Reply 1988 forever

Hari ini gue bangun pagi banget dan langsung ke kantor buat absen jam 7 pagi. Gue lupa absen di kolabjar.

Nyampe rumah gue langsung tidur lagi sampe jam 12 dan lanjut makan siang ayam goreng, nasi dan mie goreng. 

Abis makan gue lanjut nonton episode terakhir Reply 1988 yang penuhhh keuwuan Taek-Deok Sun, tapi juga penuh tangis dan bikin nyeseeekkk bgt apalagi pas scene Ssangmundong dihancurkan karena mereka semua udah pindah dari sana. Aseli, nyesek banget banget banget. Gue jadi inget idup gue, masa muda gue, hal-hal di masa lalu yang gabakal bisa kembali lagi, sahabat yang udah jauh dari gue, dan orang tua gue yang makin menua. Hah, bikin depresi ajaaaaaa ini serial bagus banget 😭😭 

Gue ngabisin siang sampe sore dengan kepoin semua behind the scene-nya Reply 1988. Gimana proses reading mereka yang kocak bgt, gimana profesionalnya mereka di scene yang super emosional, kadang mereka sampe ga bisa berenti nangis saking emosionalnya scene itu! Dan yang lain lain. Gue tetep cinta banget sama Park Bo Gum, tak akan terganti oleh apapun.

Jam 5 sore gue balik kantor buat absen pulang. Nyampe rumah gue langsung buka lagi Encounter di Netflix dan nonton ulang lagi dari awal. Bener-bener kecanduan Park Bo Gum gueee,

Park Bo Gum-ssi, saranghaeyo!!!!

Gue juga berniat buat daftar kelas bahasa Korea, udah gue tandain akunnya di instagram.

Makan malam gue hari ini masih mie goreng, nasi putih sama tempe goreng sambal baby cumi. Gue niatnya mau olahraga sore tapi saking terpakunya sama hape, gue berencana untuk me-reschedule olahraganya ke besok aja. Semoga besok gue ga mager lagi! Fighting!

Pas abis berdoa malam, mas Fajar video call dan kita ngobrol cukup lama hampir sejam. Lalu gue lanjut buka Instagram dan baca Webtoon, sebelum akhirnya cuci muka sikat gigi dan bersiap tidur.

Gue nulis ini dalam posisi udah pewe dan lampu kamar udah mati. Good night!

PARK BO GUM

 Hello.

I've decided to be more active in recording my journal on this website. Gue pengen nulis diary tapi udah males nulisnya. Pengen curhat di twitter, males juga banyak temen gue yang bisa baca. Pengen curhat di akun fake, lebih males lagi karena gajelas identitasnya, gue jadi sering lupa fake account gue apa dan passnya apa. Jadi, yasudahlah disini aja. Identitas jelas, user idnya gue inget, dan ga ada penikmatnya, jadi gue bisa curhat dengan puas. Hahaha.

So, lately I have this kinda addiction to this guy named Park Bo Gum. I don't know. I never liked an actor as much as I like Park Bo Gum. I even dreamed about him. I mean I'm not that young girls who's fangirling over someone and living in lalala land full of dreams about him. I'm effing 28. Most of my friends are married. My life is rough and I cannot easily like people. But why.... why am I so attracted to him? Everytime I watch him, my heart flutters. Everytime he smiles with those wonderful teeth, I melt. Everytime I hear his voice, I go crazy. Maybe.. Maybe I am so depressed that I can go this far with this strong feeling over someone who is super faaaarrrrr awayyyyyyyy and maybe will never know my existence!

I never change my wallpaper with anybody's picture, but now it's a photo collage of Park Bo Gum's last kitchen project.

I never binge watching so many K-dramas in my life but now I spend hours just watching all of his projects.

I never feel sooo terrible because of missing someone, but now I miss him every single day and it affects my mood so much.

I've never felt this urge to meet someone I've never met, but now, everyday, I'm projecting a plan what if this covid ends and I could go to Seoul, what can I do to meet him. I swear before I die, I only want to see him directly with my own eyes. 

I guess I am crazy. God help me. God please help me.

I even think about learning Hangeul and Korean languages so that one day if God allow me to meet him, I can talk to him with his language.

Oh my God I'm so pathetic. I'm so pathetic. My head is full of him. I can't think clearly. Everytime I open my mouth to talk to somebody, I can only talk about him. God please, help me, I'm crazy.

Living A Happy Life

Jangan lupa bahagia! ♥

Piero's First Trip To The Beach

Sekitar awal bulan Juni kemaren, seorang tetangga tiba-tiba datang kerumah kami dan bertanya apa kami mau memelihara anak anjing. Kebetulan, sudah lama sekali sejak terakhir kali kami sekeluarga punya binatang peliharaan. Mungkin sekitar akhir abad lalu. Hahaha. Dengan sangat bersemangat, saya, Mama, Danny, dan Dave mengiyakan tawaran tetangga tersebut dan beberapa jam kemudian, anak anjing yang kami tunggu akhirnya diantarkan kerumah.
You know what? He is a boy and his fur is toooootes cute! Seluruh tubuhnya berwarna cokelat terang tapi dibagian leher, bulunya berwarna putih, seolah-olah ada syal bulu yang melingkari lehernya. Matanya sayu, telinganya terkulai lemah dan badannya kecil sekali. Kata tetangga saya, dia baru lahir.. Mungkin sekitar seminggu umurnya. Belum bisa makan makanan berat dan belum bisa melihat terlalu jauh. Gosh, cuteness overload!!


We decided to call him 'Piero'. Don't know the meaning tho. It was just my mom who suddenly came up with that name.
Di awal kedatangannya, Piero tidak bisa makan apa-apa kecuali minum susu kental manis dan tidur seharian di boks kardusnya. Di malam hari, Piero tidur di kamar saya dan terkadang pooping (ups, maaf) juga di boks kardusnya. Giliran saya, Danny, dan Dave yang ganti-gantian membersihkan boks kardusnya dan mengganti selimutnya.
Sekitar sebulan setelah kedatangan Piero, tepatnya di tanggal 20 Juli 2015, kami sekeluarga berencana pergi ke pantai untuk merayakan ulang tahun Mama yang ke 50 tahun. Tentu saja saya sangat tidak tega meninggalkan Piero dirumah sendirian. Akhirnya. berbekal sedikit kenekatan, saya mengemasi Piero dan selimutnya dan memasukkannya kedalam tas plastik buat dibawa juga rekreasi ke pantai. Hahaha, that was one hell of a decision. Saking bersemangatnya saya sampai terjatuh di depan rumah bersama Piero dalam gendongan.
Sepanjang perjalanan, Piero terlihat bingung dan (mungkin) pusing, jadi dia hanya berbaring di dalam tas plastiknya dan terus mengeluarkan lidah. (Mungkin tas plastiknya bikin dia susah nafas, sorry Piero!)
gaya tidur favorit Piero, telentang pasrah
Dan, sesampainya di pantai, Piero langsung rebahan tanpa tenaga. Dia sama sekali tidak terlihat excited, hahaha. Semua keluarga sibuk mengemasi barang-barang. Tikar digelar, makanan dikeluarkan dari mobil, Danny Dave berlarian di pasir pantai, dan saya hanya memandangi Piero yang tidur terus. Mungkin dia ngantuk karena siang hari adalah jam tidurnya, maklum masih masa pertumbuhan.
Setelah semua selesai makan siang, saya kembali mencoba membangunkan Piero, dan mengajak dia selfie. Kasian juga sih, sebenarnya. Tapi mau diapa. Masa' datang jauh-jauh ke pantai hanya buat numpang tidur?




Saya udah semangat jepret sana-sini dan Piero hanya merespon dengan tatapan malas dan mata setengah tertutup -__-"



Sesekali dia buka mata, tapi pandangannya rada 'jutek' ke kamera.

Setelah berfoto dia tidur lagi... 
Semakin sore, tidurnya Piero semakin nyenyak, that was when I felt like calling it. Udah cukup tidurnya, sekarang waktunya foto-foto manja di bawah sinar matahari. Saya paksa Piero (malas) buat bangun, dikasi makan ikan dulu (dia sukaaaaaaa sekali sama ikan goreng, mirip kucing I know), then saya gendong dia ke pinggir pantai, diatas pasir.
His ugly face was really cuuuute!!
Dia lebih memilih 'memantau' pantai dari kejauhan.

His first reaction? Freaked out. Jantung kecilnya berdebar-debar dan dia terlihat ketakutan melihat ombak dan buih-buih air laut. Kalau saya coba turunkan dia didekat air, dia bakal menatap saya dengan pandangan memelas dan lari ke kaki saya lagi. Here is the video:


Akhirnya, setelah beberapa kali mencoba membuat Piero menyukai pantai, saya menyerah dan jadinya mengajak dia selfie saja.











It was a fun trip with my family and with Piero. Thanks for reading, see you on the next post!


 
The World As I See It Blog Design by Gracedeb